Loading...

Telaga Waja

Salah satu objek wisata di Karangasem yang menawan karena keasrian alam dan suasana pedesaan.

Bali View Rafting

Arung jeram di sepanjang telaga Waja

Desa Iseh

Keindahan pesona alam desa

Bukit Jambul

Bukit Jambul, pesona menawan perbukitan Karangasem.

Monumen Puputan Klungkung

Monumen peringatan perjuangan rakyat Klungkung mengusir penjajah Belanda.

Pancoran Yeh Esah

Pancoran pada pura suci di Muncan.

Showing posts with label Objek Wisata. Show all posts
Showing posts with label Objek Wisata. Show all posts

Friday, June 17, 2011

Panorama Desa Di Alam Persawahan Unuh

Suasana alam di desa umumnya memiliki pemandangan yang menawan, udara yang sejuk serta tingkat kebisingan yang jauh lebih kecil dibanding dengan di kota yang merupakan pusat kesibukan dan pusat polusi udara. Suasana di desa sangat tepat untuk kita gunakan sebagai tempat melepas penat disaat liburan.

Pemandangan alam desa pada umumnya terdiri dari barisan bukit, gunung yang menjulang, hamparan sawah bak permadani, aliran sungai dengan air yang jernih serta aktivitas para petani desa yang sibuk mengolah tanah mereka.

Panorama persawahan Unuh merupakan bukti nyata gambaran alam desa seperti di atas. Dengan letak yang jauh dari perkotaan, pemandangan di unuh ini memiliki udara yang sejuk dan nyaris sangat dingin. Pemandangan alam itulah yang menjadi daya tarik utama di Unuh ini. Terletak di desa Muncan, kabupaten Karangasem, Unuh berjarak sekitar 73 km dari bandara Ngurah Rai. Dan dapat ditempuh dengan perjalanan melalui Jalan By Pass Ngurah Rai dan Jalan By Pass Prof. Ida Bagus Mantra.

Letak yang tepat terdapat pada kaki gunung Agung membuat suasana alam pedesaan di Unuh semakin kental. Unuh merupakan wilayah persawahan penduduk di desa Muncan. Yang setiap musim bergilir ditanami dengan padi, jagung, kacang dan lain sebagainya. Adalah sebuah keajaiban dimana tempat yang sekitar tahun 1963 ini dilahap oleh banjir larva letusan gunung Agung dapat menjadi sumber mata pencaharian penduduk di desa ini. Kesejahteraan petani nya pun terjamin dengan luas areal persawahan yang begitu luas dan dapat ditanami beragam hasil pangan.

Wisatawan asing yang datang biasanya paling senang berfoto bersama sahabat atau keluarga mereka di pematang sawah di Unuh ini. Selain keasriannya, mungkin yang menjadi daya tarik lain adalah suasana gotong royong penduduk di areal persawahan yang kompak satu dengan yang lain yang mungkin tak dapat mereka temukan di tempat dimana mereka berasal. Wisata step over di Unuh ini sudah lama dikenal oleh para wisatawan asing yang datang berlibur. Buktinya adalah terdapat rumah – rumahan tradisional yang sudah tua yang terdapat di tengah – tengah areal persawahan. Tempat ini digunakan oleh wisatawan untuk sejenak bersantai menikmati hawa dan suasana desa di Unuh. Para petani yang lalu lalang pun tampak begitu ramah pada wisatawan.

Setiap kali sesaat menjelang musim panen tiba, dominasi warna hijau pada saat musim tanam akan berubah menjadi dominasi warna kuning yang menyejukkan. Sebaliknya aliran air yang mendominasi pada musim panen tidak akan terlalu mendominasi jika kita lihat pada musim tanam. Kenampakan – kenampakan inilah yang dapat saya simpulkan menjadi sajian lain suasana alam persawahan di Unuh.

Nah, jika anda tertarik sempatkanlah waktu berlibur anda untuk datang ke Unuh. Di sini adalah surga bagi mata anda yang mendambakan kejernihan dan keindahan. Sempatkanlah juga untuk berkunjung ke Hotel Putung sebagai tempat peristirahatan anda yang letaknya tak jauh dari wisata Unuh ini dan juga Restoran & Bar Bukit Putung sebagai tujuan wisata kuliner anda.

Unuh on Map


Lihat Peta Lebih Besar

Air Suci Dari Pancoran Yeh Esah

Jika berlibur ke Bali tentunya yang banyak dapat kita temukan di Bali adalah bangunan-bangunan pura. Pura merupakan tempat beribadah bagi umat Hindu, di Bali yang mayoritas penduduknya adalah beragama Hindu pastinya banyak pura yang dapat kita temukan di sini. Oleh sebab itu Bali dijuluki sebagai Pulau seribu Pura.

Sekian banyaknya pura tak salah bila beberapa dari pura - pura yang ada dijadikan sebagai objek wisata yang dapat menarik pengunjung. Namun tak sembarangan pura juga yang dapat dijadikan lahan wisata, semua tergantung dari pedoman desa, kala, patra (wilayah, waktu, keadaan) di masing-masing desa adat di Bali. Salah satu yang saya jadikan pusat pembicaraan kali ini adalah Pancoran di Pura Esah atau sering disebut Pancoran Yeh Sah.

Pancoran Yeh Sah terletak di Desa adat Muncan, kabupaten Karangasem. Pura ini terletak berdekatan dengan wisata air Telaga Waja, atau tepatnya terletak di sebelah utara sekitar 1 km perjalanan. Sedangkan jarak perjalanan dari bandara Ngurah Rai adalah sekitar 2 jam perjalanan darat. Biasanya ditempuh melalui jalan By Pass Ngurah Rai dan jalan By Pass Prof. Ida Bagus Mantra dan total jauh perjalanan sekitar 68 km.

Pura Esah merupakan tempat dimana terdapat pusat mata air suci di desa adat Muncan. Air suci tersebut biasanya digunakan sebagai tirta dikala di desa ini diadakan upacara adat yang berskala besar ataupun kecil. Begitu juga untuk upacara pada rumah - rumah penduduk, air suci dari Pura ini juga yang digunakan.

Jika digambarkan Pancoran Yeh Esah ini secara lebih mendetail dapat digambarkan Pura pada pancoran ini berbentuk petak yang luasnya sekitar 28m­2­­­. Di dalam areal utama pura terdapat satu pelinggih (candi sebagai tempat pemujaan) dan satu bale pesamuan (tempat penyimpanan alat-alat upacara) serta satu kolam pusat air suci. Air suci pada kolam tersebut memancar alami dari bawah tanah dimana dapat kita lihat terbentuk gelembung – gelembung air di saat air mulai keluar memancar ke bagian atas kolam. Di dalam kolam terdapat tanaman – tanaman air dan ikan – ikan kecil yang hidup damai di dalamnya. Air pada kolam ini tidak boleh diambil oleh sembarang orang melainkan hanya dapat diambil oleh para pemangku (seorang yang memangku jabatan pada suatu pura) dimana air yang diambil hanya boleh digunakan sebagai tirta saja.

Sedangkan Pancoran Yeh Esah terdapat di bagian hilir dari kolam. Pancoran ini difungsikan sebagai tempat permandian (melukat). Pancoran Yeh Esah dibagi menjadi dua yang dibatasi oleh sekat tembok. Tempat yang satu digunakan bagi laki – laki sedangkan yang satunya bagi wanita. Dimana di masing – masing tempat permandian terdapat 3 pancoran. Sebelum mandi (melukat) pengunjung diwajibkan untuk menghaturkan canang. Canang tersebut bertujuan agar semua yang ditujukan atau dimaksudkan dapat terlaksana dengan baik.

Kita juga dapat menemukan penginapan dan tempat makan terdekat dari Pancoran Yeh Esah ini yaitu Hotel Putung dan Restoran & Bar Bukit Putung yang terletak di sebelah timur sekitar 7 km jauhnya perjalanan.

Pancoran Yeh Esah on Map


Lihat Peta Lebih Besar

Saturday, June 11, 2011

Wisata Arung Jeram di Bali Rafting

Satu lagi tujuan wisata air di kabupaten Karangasem. Memiliki arus deras yang menantang. Serta tingkat kesulitan medan tempuhnya, Bali rafting hadir menawarkan pengalaman baru berlibur di alam liar yang bersahabat.

Aliran sungai (telaga) Waja benar-benar menumbuhkan begitu banyak wisata arung jeram di Karangasem. Mengalir di sepanjang wilayah barat Karangasem sampai wiayah Klungkung atau memiliki panjang sekiar 12 km tak pelak wisata air ini dimanfaatkan penuh menjadi lahan untuk pariwisata. Namun tak salah kehadiran wisata arung jeram di sekitar sungai (telaga) Waja ini berhasil menyedot banyak wisatawan.

Terletak di Desa Muncan, Karangasem, Bali Rafting berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai. Jalur yang ditempuh untuk mencapai tempat wisata ini pun tak terlampau susah. Anda cukup melewati Jalan By Pass Ngurah Rai dan Jalan By Pass Prof. Ida Bagus Mantra serta sedikit melalui jalan di kabupaten Klungkung hingga sampai di Karangasem. Serta jalur yang dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi ataupun menggunakan jasa perjalanan wisata anda.

Letak Bali Rafting yang terdapat di tengah-tengah kenyamanan dan ketenangan desa, tentunya dapat menghilangkan kejenuhan serta dapat mengembalikan semangat kerja anda setelah lama berjibaku dengan kewajiban kerja anda di kota. Mengusung latar desa inilah Bali Rafting menyediakan fasilitas dan layanan yang lengkap serta memuaskan bagi anda wisatawan yang berkunjung.

Dilengkapi dengan fasilitas berarung jeram yang lengkap dan tentunya safety (aman), Bali Rafting juga memiliki guide tour/instruktur yang terlatih dan handal dalam bidangnya yang siap melayani anda dalam berpetualang mengarungi derasnya sungai telaga waja. Tentunya anda juga dapat pelayanan makan siang yang biasanya dalam bentuk buffee dan juga fasilitas pelengkap lainnya seperti welcome drink, rest room, bath room serta tentunya asuransi akan keselamatan diri anda.

Jika digambarkan, petualangan anda pertama di Bali Rafting ini dimulai dengan instruksi dan latihan – latihan dari instruktur wisata anda, kemudian dijelaskan cara pemakaian alat – alat keselamatan seperti helm, sepatu, dry bag, pelampung serta teknik – teknik dasar menggunakan dayung. Setelah itu barulah naik ke perahu kayak yang masing – masing diisi oleh empat orang dan satu instruktur yang posisinya duduk di belakang perahu yang bertugas memandu serta mengatur ritme perahu.

Kemudian di tengah – tengah perjalanan akan dilaksanakan permainan – permainan yang sebelumnya sudah dipilih. Pada sesi ini diuji seberapa kompak dan gesitnya anda dan teman – teman anda untuk menyelesaikan permainan melawan tim lain dan dapat memenangkannya. Permainan ini sekali lagi bertujuan menghilangkan rasa jenuh dan menimbulkan lagi semangat baru bagi wisatawan. Karena komitmen wisata arung jeram di sini adalah dapat menimbulkan efek yang positif serta berguna bagi anda yang datang berkunjung di Bali Rafting.

Anda bisa mendapatkan semua fasilitas dan keseruan wisata air ini di Bali Rafting dengan biaya sekitar Rp200.000 – Rp300.000, tanpa tambahan biaya lain serta jaminan mutu yang tak akan membiarkan anda kecewa setelah berpetualang bersama dengan Bali Rafting.

Bali Rafting on Map


Lihat Peta Lebih Besar

Thursday, May 26, 2011

Wisata Bali View Rafting Di Sungai Telaga Waja

Sekian banyaknya sungai yang mengalir di kabupaten Karangasem serta memiliki arus yang deras membuat begitu banyaknya wisata arung jeram (rafting) yang ada di Karangasem. Bali View Rafting salah satunya.

Bali View Rafting mengandalkan aliran sungai (telaga) waja yang deras dan sudah terkenal sebagai tempat wisata arung jeram di Bali. Berlokasi di desa Muncan kabupaten Karangasem. Berjarak sekitar dan kira-kira dapat ditempuh dalam 2 jam perjalanan. Jika digambarkan jalur yang dilewati untuk menemukan wisata ini adalah melalui Jalan By Pass Ngurah Rai ke rah utara. Lalu dilanjutkan melauli Jalan By Pass Prof. Ida Bagus Mantra ke arah timur. Jalan ini merupakan perbatasan antara kabupaten Badung dengan kabupaten Gianyar. Jika terus lurus ke arah timur, kita akan sampai di desa Takmung, kabupaten Klungkung. Setelah sampai di Klungkung maka perjalanan akan semakin dekat karena tinggal beberapa kilometer lagi untuk mencapai karangasem dimana Bali View Rafting berada.

Di Bali View Rafting suasana alamnya tak terlalu berbeda dengan di telaga waja. Karena wisata ini berada di daerah aliran sungai (telaga) Waja yang memiliki keasrian dan keindahan alam serta suasana pedesaan di kaki gunung Agung. Wisata rafting yang memang selaras dengan namanya yaitu wisata rafting (arung jeram) dengan pemandangan alam Bali. Dimana telah kita ketahui bersama alam Bali yang terkenal asri dan keasrian inilah yang menjadi daya tarik wisatawan asing yang mencari kedamaian di pulau tercinta ini.

Objek wisata ini memiliki keunikan tersendiri yang tidak ada di wisata rafting lainnya di Bali. Sebelum kita mencapai sungai tempat berarung jeram, terlebih dahulu kita harus melewati jalan setapak yang di setiap sisi kiri dan kanannya terdapat persawahan berundak milik penduduk sekitar yang memberikan sensasi berbeda sebelum sampai ke petualangan mengarungi sungai Telaga Waja.

Kenyamanan wisatawan merupakan landasan utama Bali View Rafting dengan menyediakan fasilitas-fasilitas pelengkap bagi para wisatawan. Fasilitas yang disediakan diantaranya adalah perlengkapan keamanan, pemandu yang profesional, asuransi, fasilitas shower dan kamar ganti serta makan siang dengan fasilitas buffet. Untuk masalah keamanan anda tidak perlu ragu lagi karena Bali View Rafting berkomitmen untuk berorientasi pada pelayanan pelanggan yang menjadi prioritas utama dan selalu profesional menjalankan tugasnya demi keselamatan kerja.

Sementara untuk reservasi anda hanya perlu mengunjungi website Bali View Rafting di www.baliviewrafting.com, di sana dengan lengkap anda akan menemukan prosedur dan tata cara pembayaran yang bisa dibayar tunai ataupun menggunakan kartu kredit.

Tak hanya berarung jeram, Bali View Rafting juga menyediakan fasilitas bersepeda gunung bagi para wisatawan yang ingin terjun langsung dan menyaksikan secara langsung kehidupan sehari-hari petani dan penduduk sekitar. Di sepanjang perjalanan wisatawan juga bebas untuk berfoto mengabadikan apa saja yang mereka temui.

Berlibur sehari di Muncan tentunya tak akan cukup bagi wisatawan, terutama wisatawan asing, untuk itu mereka tak perlu repot mencari penginapan karena tak terlalu jauh dari tempat arung jeram ini terdapat hotel yang bernama Hotel Putung. Hotel Putung terletak di desa Duda Timur, berjarak sekitar 6 km di sebelah timur desa Muncan. Di dekat hotel ini juga terdapat Bar & Restoran Putung yang menyediakan kuliner halal bagi wisatawan asing maupun lokal. Jangan lupa juga bekunjung ke Agro Kebun Salak Sibetan tempat dimana anda akan menemukan salak, buah khas kabupaten Karangasem.


Alamat : Jl. Antasura No. 18X Denpasar 80115 - Bali - Indonesia

No. Telepon : +62 361 7934980, +62 361 8449754

Fax : +62 361 8449756

Email adress : info@baliviewrafting.com

Website : http://www.baliviewrafting.com

Bali View Rafting on Map


Lihat Peta Lebih Besar

Tuesday, May 24, 2011

Monumen Puputan Klungkung

Monumen Puputan Klungkung merupakan monumen kebanggaan masyarakat Klungkung. Monumen ini merupakan simbol perjuangan rakyat dan kerajaan Klungkung melawan penjajah.

Monumen Puputan Klungkung berlokasi di tengah-tengah kota Semarapura ibukota Klungkung tepatnya di jalan Untung Surapati. Tempat ini berada di posisi yang strategis karena terletak di tengah-tengah keramaian kota, pusat pertokoan di Klungkung, pasar tradisional, kantor pemerintahan Klungkung dan terletak berdampingan dengan Kertha Gosa. Jika dari pusat kota Denpasar dapat ditempuh melalui Jalan By Pass Ngurah Rai. Dari Jalan By Pass Ngurah Rai terus lurus ke arah Utara hingga sampai di Batubulan lalu dilanjutkan melalui Jalan By Pass Prof. Ida Bagus Mantra. Di sepanjang jalan ini kita dapat menyaksikan garis pantai selatan Bali dan juga jalan yang masih mulus karena memang proyek By Pass di jalur ini baru saja selesai. Terus melalui jalur jalan ini hingga sampai di desa Takmung yang merupakan bagian dari Kabupaten Klungkung. Perjalanan sudah semakin dekat karena kita hanya perlu berkendara sekitar 10 menit untuk mencapai pusat kota Semarapura (ibukota Klungkung).

Monumen Puputan Klungkung dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan dan ksatria kerajaan Klungkung melawan serangan kolonialisme Belanda di jaman penjajahan. Monumen Puputan Klungkung merupakan tugu peringatan hari bersejarah Puputan Klungkung yang dulu terjadi pada hari Selasa Umanis 28 April 1908. Di sekitar areal monumen inilah dahulu terjadi perlawanan habis-habisan (perang puputan) melawan penjajah Belanda.

Monumen Puputan Klungkung nampak menjulang tinggi di tengah-tengah keramaian pusat kota Semarapura. Monumen ini memiliki tinggi sekitar 28 meter dan berdiri di areal tanah dengan luas sekitar 128 m2. Bentuk dari monumen ini umumnya sama seperti monumen-monumen peringatan di Bali dan mencirikan karya seni arsitektur Bali, yaitu terdiri dari lingga dan yoni. Pada bagian bawah lingga terdapat sebuah ruangan berpetak yang dilengkapi dengan pintu masuk bergapura sebanyak 4 buah yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Pintu tersebut terletak di sebelah utara, timur, selatan dan barat dari bangunan lingga di bagian bawah. Di tengah-tengah antara ruangan berpetak dengan lingga terdapat bangunan kubah bersegi delapan yang alasnya dihiasi dengan kembang teratai sebanyak 19 buah. Dan secara keseluruhan angka-angka pada monumen ini akan mencerminkan pada tanggal bersejarah bagi masyarakat Klungkung 28-4-1908. Di sekitar monumen dilengkapi dengan bale bengong di setiap sudut halamannya dan biasanya bale bengong ini dimanfaatkan sebagai tempat belajar kelompok oleh para pelajar SD, SMP maupun SMA di Klungkung.

Di sekitar monumen terdapat pasar malam (sengol) yang dikenal sebagai pusat kuliner yang terkenal di Klungkung. Pasar malam ini merupakan tempat warga setempat menghabiskan waktu sambil jalan-jalan menikmati suasana senja di pusat kota Klungkung. Di pasar malam ini terdapat berbagai pedagang yang menjual bermacam jenis makanan. Tidak hanya pedagang makanan tetapi juga ada pedagang baju, kaset, souvenir, toko-toko perlengkapan sekolah, pedagang mainan dan lain-lain. Tahukah anda makanan yang terkenal di Klungkung? Makanan yang terkenal dan merupakan makanan khas daerah Klungkung adalah srombotan. Srombotan merupakan campuran sayur-sayuran seperti kacang panjang, taoge, bayam, pare, terong, buncis dan kacang-kacangan yang dicampur dengan bumbu yang dibuat dari parutan kelapa serta bumbu racikan khusus dari pedagangnya. Makanan ini halal dan dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Monumen Puputan Klungkung on Map

Wednesday, May 18, 2011

Wisata Pondok Bukit Putung

Wisata di kabupaten Karangasem. Berbicara wisata di kabupaten Karangasem, tak akan pernah habis untuk ditelusuri keindahan objek wisatanya. Objek wisata yang tersebar mulai dari pusat kota sampai ke pelosok-pelosok desa. Semua menyajikan eksotika alam yang mengagumkan.

Begitu juga yang saya temukan di Bukit Putung. Suatu daerah perbukitan yang terletak di desa Duda Timur, kecamatan Selat yang tidak terlalu jauh dari desa tempat saya berasal. Objek wisata ini berjarak sekitar 67 km dari bandara Ngurah Rai Denpasar. Dan untuk mencapai objek ini kita dapat melalui Jalan By Pass Ngurah Rai ke arah timur lalu dilanjutkan menuju ke Jalan By Pass Prof. Ida Bagus Mantra menuju arah Klungkung. Dari Klungkung lalu menuju ke kabupaten Karangasem dan sampai di tujuan kira-kira menghabiskan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Area ini dapat dijangkau oleh kendaraan pribadi selain bis karena jalan di sekitar objek wisata yang kecil dan medan tanjakan yang mendominasi.

Bukit putung, sekilas jika kita mendengar nama objek wisata ini terdengar agak aneh dan unik di telinga. Pasalnya, nama tersebut diberikan karena adanya sejarah asal-usul tempat ini. Dalam bahasa Bali kata “Putung” diambil dari asal kata “Putus” yang berarti tidak mempunyai keturunan. Konon menurut legenda, warga yang tinggal di bukit Putung ini dikenai kutukan oleh seorang dukun pintar yang merasa dicurangi. Dukun sakti ini dibunuh oleh para warga disebabakan karena kekayaan sang dukun yang ingin dirampas oleh para warga. Sebelum ajalnya, sang dukun yang merasa dikhianati mengutuk warga bukit tersebut supaya kelak dikemudian hari semua warga laki-lakinya tewas dan tak satupun dari mereka tersisa yang berarti habislah keturunan warga di bukit ini (Putung).

Bukit Putung ini memiliki panorama alam yang mengagumkan, yang merupakan kombinasi antara pegunungan dan laut dari kejauhan. Secara lebih spesifik bukit Putung terletak pada daerah pegunungan yang dikelilingi oleh pepohonan lebat seperti pakis saji, pohon kelapa dan terutama pohon salak. Hal tersebut membuat tempat ini begitu sejuk. Dari atas bukit kita dapat menyaksikan garis pantai pada dermaga di wilayah kecamatan Manggis. Sesekali monyet-monyet yang sedang bergelantungan di pohon kelapa dapat kita lihat dengan jelas. Pemandangan di bawah lembahnya akan tampak terlihat petak-petak sawah yang berada di wilayah desa Buitan, dengan lautnya yang membentang luas membiru serta terlihat kapal-kapal yang sedang berlabuh dan jukung(perahu) nelayan yang sedang menangkap ikan. Serta dari puncak bukit ini di kejauhan akan tampak sangat jelas pulau Nusa Penida. Kapal-kapal yang nampak berlayar dan burung-burung yang berterbangan serta gambaran panorama bukit Putung ini seolah sebuah lukisan yang tergambar secara nyata di depan mata.

Wisata Bukit putung yang mulai dibangun pada sekitar tahun 1975-an ini dahulu tenar dan merupakan ikon pariwisata di kabupaten Karangasem. Memiliki arel seluas 1 hektar, objek wisata ini juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung seperti restaurant, 2 unit bungalow serta fasilitas pendukung yaitu lapangan tenis dan areal parkir.

Wisata alam ini juga terletak berdampingan dengan Agro Wisata Kebun Salak Sibetan, tempat dimana kita dapat mencari oleh-oleh berupa buah salak yang merupakan buah khas kabupaten Karangasem.


Bukit Putung on Map


View Larger Map

Agro Kebun Salak Sibetan

Bali dikenal sebagai daerah penghasil buah salak yang memiliki kualitas nomer 1 karena rasa dan teksturnya paling bagus dibanding daerah-daerah lain di Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena secara umum wilayah di Bali memiliki iklim yang sejuk dan sebagian besar daerah dataran tinggi dimana buah salak dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal. Salah satu tempat tersebut adalah di desa Sibetan.

Sibetan merupakan nama sebuah desa di kecamatan Bebandem, kabupaten Karangasem. Jarak tempuh tempat ini sekitar 80 km dari kota Denpasar dan sekitar 15 km dari pusat kota Amlapura Karangasem.

Tempat ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil buah salak terbesar di kebupaten Karangasem. Oleh karena itu, di setiap sisi kiri dan kanan jalur jalan di desa ini dipenuhi dengan kebun-kebun salak penduduk.

Desa Sibetan terletak di ketinggian 400-600 m di atas permukaan laut, dengan temperatur rata-rata 20° - 30 °C. Rata-rata curah hujannya adalah 1.566 mm-20.000 mm per tahun. Iklim yang dingin dan udara yang segar membuat salak cocok tumbuh di daerah ini. Dan sekitar 81,12 % atau 1.125.000 hektar wilayah desa ini digunakan sebagai areal perkebunan salak.

Buah salak yang dihasilkan di desa ini memiliki cita rasa tersendiri dan berbeda dibanding dengan salak sejenis di daerah lain di Indonesia. Karena kekhasan desa Sibetan ini maka daerah desa ini dikembangkan sebagai obyek agrowisata tanaman salak. Hawa yang sejuk memberikan nilai tambah bagi keberadaan obyek ini dimana pengelolaannya dilakukan oleh warga setempat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata Dukuh Lestari.Menurut petani salak setempat diperkirakan ada sekitar 15 jenis tanaman salak yang ditanam di areal perkebunan desa Sibetan. Diantaranya adalah salak nanas dan salak gula pasir yang merupakan varietas unggul dengan rasa yang sangat manis serta daging buah yang tebal. Masa tanam salak di desa ini biasanya terjadi di bulan Desember sampai dengan Februari. Saat masa panen tiba, petani salak akan mendapat produksi salak yang sangat melimpah sehingga rata-rata harganya di pasaran pun menjadi sangat murah. Namun hal tersebut tidak mengurangi pendapatan para petani salak di desa ini karena salak yang dihasilkan di desa sibetan ini banyak diburu oleh konsumen yang bukan hanya berasal dari warga lokal namun juga konsumen yang datang dari luar kabupaten/kota-kota di Bali.

Jejeran pohon salak yang ditata rapi serta dibatasi dengan pagar yang dibuat dari batang buah salak merupakan daya tarik tersendiri yang dimiliki desa ini. Di dalam kebun pengunjung dapat memetik sendiri buah yang mereka inginkan. Petani di Sibetan membagi kebunnya ke beberapa bagian sesuai jenisnya sehinnga memudahkan pengunjung untuk mengetahui jenis dan nama varietas salak yang ditanam.

Karena sadar akan ketersediaan buah salak yang melimpah di desanya, para petani disini juga kreatif untuk mengembangkan produk olahan yang bahan pokoknya terbuat dari buah salak. Produk olahan dari buah salak dari desa ini contohnya adalah seperti dodol salak, sirup salak, manisan salak dan lain-lain.

Daya tarik lain dari desa ini adalah dengan adanya wisata step over di dusun Pemukuran yang merupakan jalur lingkar desa yang banyak dimanfaatkan wisatawan sebagai wisata trekking. Tempat ini merupakan suatu daerah perbukitan yang menyediakan kombinasi antara pemandangan alam perbukitan serta panorama lautan yang sangat indah. Dari atas dapat kita lihat lembah yang banyak ditanami tumbuhan pakis serta monyet-monyet yang sesekali muncul di pepohonan kelapa di sekitarnya. Kesenian yang cukup terkenal di desa ini adalah tarian gambuh dan juga instrumen alat musik angklung.

Di dekat desa ini juga tersedia penginapan yang bernama Pondok Bukit Putung Bar & Restoran. Jadi, para wisatawan dapat dengan puas menikmati keindahan dan hasil alam di desa Sibetan ini selama berhari-hari.


Sibetan on Map


Lihat Peta Lebih Besar

Tuesday, May 10, 2011

Eksotika Pemandangan Desa Iseh



Jika mendengar kata desa, pikiran pasti akan tertuju pada suatu tempat yang asri, sejuk, dan jauh dari modernisasi. Hal tersebut merupakan pandangan umum dari sebagian besar orang. Pandangan tersebut tidak salah karena suasana yang seperti itu dapat kita temukan di salah satu desa di Bali, yaitu desa Iseh.


Lokasi

Iseh merupakan sebuah desa yang terletak di kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem. Desa Iseh ini terkenal dengan pemandangan alamnya yang menawan. Desa Iseh terletak sekitar 52 km dari kota Denpasar dan bisa ditempuh dalam 1,5 – 2 jam perjalanan. Lokasi ini dapat ditempuh langsung melalui Klungkung atau melalui daerah kota Amlapura

Deskripsi

Salah satu desa di kabupaten Karangasem ini merupakan desa dengan daerah perbukitan dan persawahan dengan pemandangan alam yang masih asri, ekstrim dan berudara sejuk. Di sini juga terdapat beberapa sungai yang memiliki arus yang deras dan jernih yang cocok sebagai wisata trekking. Di sepanjang jalan di desa Iseh ini kita akan banyak menemukan tanaman perkebunan penduduk sekitar. Penduduk sekitar mayoritas berprofesi sebagai petani yang menggarap tanah atau kebun milik orang lain dan juga tanah milik sendiri. Kebun-kebun di desa ini biasanya ditanami salak yang mana merupakan buah khas kabupaten Karangasem. Selain salak, juga terdapat tanaman seperti manggis, kopi, cengkeh dan banyak lagi lainnya. Desa ini benar-benar masih asri dan belum areal tanahnya belum terlalu dipenuhi dengan rumah-rumah penduduk. Bisa disebut desa ini didominasi oleh areal lahan perkebunan dan pesawahan.

Selain areal perkebunan yang mendominasi, areal persawahan di Iseh juga sangat luas, di pinggir-pinggir jalan dipenuhi dengan petak-petak dan terasering sawah yang sangat luas dan menyejukkan pandangan mata. Areal persawahan penduduk di Iseh biasanya ditanami dengan padi, kacang tanah dan bawang ditanam bergilir sesuai masa tanam masing-masing tanaman.

Jalan di desa ini berkelok-kelok sesuai dengan daerahnya yang dikelilingi bukit-bukit sehingga jangan kaget jika berkunjung ke sini tiba-tiba signal HP akan benar-benar drop. Namun di balik itu desa ini menyembunyikan keindahan alam yang sangat luar biasa, benar-benar alami dan asri.

Di setiap pagi kita akan disuguhi dengan suasana desa kaki gunung yang benar-benar asli. Embun pagi, udara dingin menusuk dan kicauan burung masih sangat akrab bisa kita dengar di sini. Gunung Agung yang tampak dari kejauhan dengan lembah-lembah berbatu sangat jelas terlihat. Sungai yang mengalir di tengah-tengah sawah yang hijau tempat dimana para penduduk sekitar bekerja. Tak heran jika setiap hari banyak wisatawan asing yang datang menginap atau sekedar berkunjung di desa ini, bahkan ada seorang wisatawan Belanda sudah lama menetap dan membangun rumahnya di sini. Saking mempesonanya pemandangan di desa Iseh ini, dua orang pelukis asing asal Jerman dan Swiss Walter Spies dan Theo Meier menuangkan kreatifitas mereka dalam sebuak lukisan yang menggambarkan pemandangan desa Iseh dan kehidupan sosial kemasyarakatannya. Kedua pelukis ini disebut-sebut menghabiskan masa hidupnya untuk hidup dan bersosialisai dengan penduduk setempat dan mengenal lebih jauh tentang adat dan budaya masyarakat desa Iseh.

Souvenir

Selain menyuguhkan pemandangan alam yang mempesona, desa ini juga menawarkan kerajinan tenun kain yang dibuat oleh penduduk setempat. Tenun kainnya berupa kain endek, tenun sabuk dan lain-lain.


Iseh on Map


Lihat Peta Lebih Besar

Monday, May 2, 2011

Panorama Perbukitan Bukit Jambul

Apakah anda pernah ke Karangasem ? Taukah julukan Kabupaten Karangasem ?, Ya, julukannya adalah ”bumi lahar” (gumi lahar). Julukan tersebut diberikan karena di Karangasem terdapat pusat gunung api aktif terbesar yang ada di Bali, Gunung Agung. Pemahaman umum selalu mengartikan lahar sebagai ketidaksuburan, ketidak menawanan dan bahkan kemiskinan. Namun coba tengok, ternyata di Karangasem tidak seperti pengertian tersebut, di Karangasem tidak hanya ditemukan Gunung Agung saja, melainkan banyak juga pesona-pesona yang bisa ditemukan di sana. Salah satunya adalah wisata alamnya yang patut untuk dikunjungi. Diantaranya adalah Bukit Jambul.

Lokasi

Bukit Jambul merupakan suatu daerah perbukitan di selatan kabupaten Karangasem. Bukit Jambul terletak tak jauh dari kaki gunung Gunung Agung tepatnya di Desa Adat Pesaban, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Serta terletak 8 km dari Kabupaten Klungkung dan 51 km dari kota Denpasar. Diperlukan kira-kira 60 hingga 90 menit untuk mencapai tempat wisata ini dari Denpasar. Bukit Jambul sangat mudah ditemukan karena letaknya yang strategis yaitu tepat di perbatasan antara wilayah Kabupaten Karangasem dengan kabupaten Klungkung.

Sejarah

Menurut masyarakat sekitar, nama Bukit Jambul pertama kali dipakai sejak jaman penjajahan Belanda di Indonesia. Tersebutlah seorang wisatawan asal Belanda yang menemukan suatu tempat di suatu perbukitan yang memiliki pemandangan yang indah. Jika disimak, di bagian barat bukit terdapat sekumpulan pohon besar sejenis beringin yang rindang yang dari kejauhan akan tampak seperti sebuah bukit yang memiliki jambul. Kenampakan tersebut yang mengawali penamaan wilayah ini disebut Bukit yang memiliki jambul atau Bukit Jambul.



Deskripsi

Untuk mencapai objek wisata ini dari Denpasar, ada beberapa jalur yang bisa kita tempuh untuk mencapainya. Salah satu diantaranya adalah melalui Klungkung. Dari pusat kota Semarapura ibukota kabupaten Klungkung kita bergerak ke utara mengikuti jalur lurus menanjak. Bergerak terus menuju arah Utara hingga sampai di jalur berkelok-kelok ke kanan dan ke kiri dengan lingkungan sekitar didominasi oleh tumbuhan-tumbuhan salak. Jalur inilah yang memisahkan kita dengan wilayah Klungkung yang berarti segera akan sampai di Bukit Jambul.

Sesaat setelah sampai, hawa dingin yang menyejukkan dan panorama perbukitan yang menawan serta rasa penasaran akan mulai terasa berkecamuk. Di Bukit Jambul ini juga terdapat sebuah pura yang disungsung oleh masyarakat sekitar yaitu Pura Puncak Sari. Dari atas kita dapat menyaksikan panorama alam yang terbentuk dari hamparan perbukitan serta lembah dengan perpaduan areal sawah teraseringnya. Di pingggir jalan yang menanjak dan berliku terhampar petak-petak sawah yang bertingkat serta perkebunan cengkeh yang subur berbunga. Di sebelah timur dapat kita saksikan pemandangan bukit yang tinggi menjulang di wilayah kecamatan Sidemen kemudian di sebelah selatan dapat juga kita lihat areal persawahan kabupaten Klungkung serta pemandangan laut lepas di selatan Klungkung. Dan di kejauhan juga tampak gugusan pulau Nusa Penida. Dari puncak bukit ini kita seolah-olah dapat melihat seluruh wilayah pulau Bali, gedung-gedung hotel serta lekukan-lekukan jalan sangat nampak jika dilihat dari atas Bukit Jambul. Apalagi saat malam hari, hamparan lampu-lampu akan sangat nampak di tempat ini.


Fasilitas

Sejak dulu, Bukit Jambul telah dikenal sebagai daerah persinggahan wisatawan yang berkunjung ke Bali, terutama wisatawan yang hendak mengunjungi Pura Besakih. Karena tempat ini berada tepat di sebelah selatan daerah perbatasan Kabupaten Karangasem dengan Kabupaten Klungkung, maka bila kita hendak ke Besakih melalui Klungkung maka secara otomatis kita akan melalui bukit Jambul. Banyak para pemedek Pura Besakih sehabis sembahyang datang dan bersantai sejenak merasakan indahnya panorama alam di tempat ini sembari menikmati sesajen yang mereka haturkan.

Di sekitar objek wisata ini pula tersedia rumah-rumah makan kecil dan restoran. Rumah makan terletak tidak jauh dari puncak bukit, cukup berjalan kaki maka kita akan sampai. Rumah makan tersebut menyediakan berbagai macam makanan dan minuman yang bisa dipesan sesuai keinginan. Dari mulai ayam, babi, sapi dan lain-lain. Sedangkan restoran letaknya sedikit lebih jauh, sedikit bergerak ke atas tak lebih dari 1 km maka kita akan menemukan Restoran Puri Boga. Restoran ini menyediakan banyak kursi bagi wisatawan/pengunjung yang hendak menyantap makanan khas di restoran ini. Jadi sembari menyantap makan, keindahan panorama indah perbukitan tak akan lepas dari pandangan.

Kabupaten Karangasem sangat dikenal sebagai penghasil buah salak berkualitas di Bali, oleh sebab itu tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Karangasem terutama ke Bukit Jambul tidak menikmati buah manis berduri ini. Sebagai oleh-oleh, buah salak banyak dijual oleh warga setempat di pinggir-pinggir jalan. Selain buah salak, jika tepat saat musimnya durian juga layak menjadi buah tangan anda setelah berkunjung ke Karangasem.

Saya sendiri dapat menyimpulkan bahwa Bukit Jambul merupakan tempat wisata yang mengagumkan oleh karena kombinasi yang harmonis dan selaras antara perbukitan, persawahan, perkebunan, lembah dan panorama laut yang indah serta hawa sejuk khas daerah perbukitan di kaki Gunung Agung. Jika hendak berwisata ke tempat ini kita hanya cukup membayar biaya parkir dan tidak ada biaya tambahan lainnya. Kenali wisata Bali kita. Only one Bali

Bukit Jambul on Map


View Larger Map

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More